apakah mereka tau
dalam kesendirianku
pada bulan aku berbicara…, itupun jika ia muncul
kepada bintang-bintang aku mengeluh
bersama nyanyian angin aku merajut keheningan
melewatkan waktu dengan lilin kecil yang menyala dengan enggan
oh betapa sedihnya
hati ini berbalut kepahitan sehingga tak mampu menyambut cinta
mata ini tidak mampu menatap dunia yang diselimuti kemunafikan
lidah ini tak mampu mengeja kesengsaraan jiwa yang berkubang dalam kesendirian
dan mereka menyebutku idealis
semilir angin sejuk menyentuh jiwa yang kering
dawai harpa yang menenangkan irama jantung
katanya puisiku adalah kata-kata para dewa
penilaian mereka terlalu tinggi
astaga…., aku hanyalah seseorang
yang berteman dengan malam dan tidur dalam kepompong kesepian
yang pikiran dan perasaannya sedang mencari
pembenaran diri dan makna terbesar dalam hidup
-mei-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar